Ericsson Perkuat Ekosistem Digital Indonesia Lewat 5G Innovation Center di Garuda Spark BSD

Tangerang — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Ericsson memperkuat kolaborasi pengembangan ekosistem digital Indonesia melalui kehadiran Ericsson 5G Innovation Center (5GIC) di Garuda Spark Innovation Hub (GSIH), BSD City.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan letter of intent (LoI) oleh President Director Ericsson Indonesia Nora Wahby dan Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi Sonny Hendra Sudaryana bersama sejumlah mitra ekosistem digital pada Rabu (26/8/2026).

Peluncuran GSIH BSD City turut dihadiri Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dan diikuti sekitar 500 peserta dari unsur pemerintah, industri, akademisi, startup, dan investor. Sebanyak 10 kota mitra GSIH juga terhubung secara hybrid.

Dorong Inovasi Digital yang Berdampak

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan Garuda Spark Innovation Hub dirancang sebagai ruang kerja bersama yang mempertemukan berbagai elemen dalam ekosistem digital Indonesia.

Menurutnya, keberhasilan GSIH tidak cukup hanya dilihat dari banyaknya kegiatan maupun kolaborasi yang terbentuk.

“Keberhasilan GSIH tidak cukup diukur dari jumlah kegiatan atau kolaborasi, tetapi dari output yang dihasilkan dan dampaknya bagi masyarakat,” ujar Meutya.

Ia berharap inovasi dan talenta digital dapat berkembang lebih merata di berbagai daerah sehingga konektivitas yang tersedia dapat diterjemahkan menjadi pertumbuhan sekaligus memperkuat kedaulatan digital Indonesia.

Ericsson Hadirkan 5G Innovation Center

Salah satu bagian dari ekosistem GSIH adalah Ericsson 5G Innovation Center. Fasilitas ini menjadi pusat open innovation untuk pengembangan teknologi 5G, kecerdasan buatan atau AI, dan Industry 4.0.

President Director Ericsson Indonesia Nora Wahby mengatakan fasilitas tersebut akan menjadi ruang kolaborasi terbuka bagi pemerintah, industri, akademisi, talenta, startup, komunitas, dan berbagai mitra ekosistem.

Melalui fasilitas tersebut, berbagai ide diharapkan tidak berhenti pada tahap konsep atau prototipe.

“Kami ingin membawa ide, termasuk yang lahir dari hackathon dan kolaborasi ekosistem, dari tahap prototipe menjadi use case yang teruji, pilot, hingga solusi yang siap dikembangkan dan diterapkan lebih luas,” kata Nora.

Dari Prototipe hingga Solusi Siap Digunakan

5G Innovation Center dirancang untuk menjadi tempat mengembangkan, menguji, dan memvalidasi berbagai solusi berbasis 5G, AI, dan Industry 4.0.

Pendekatan yang digunakan melibatkan berbagai unsur atau Pentahelix, mulai dari pemerintah, industri, akademisi, talenta, startup hingga mitra ekosistem.

Salah satu teknologi yang ditampilkan adalah MINERVA, platform industrial intelligence berbasis AI yang dikembangkan Future of Tech, pemenang Ericsson Hackathon 2025.

Platform tersebut dikembangkan untuk membantu industri mengolah data operasional menjadi actionable insights yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan.

Dalam rangkaian peluncuran GSIH, Meutya Hafid bersama Nora Wahby turut mengunjungi Ericsson 5G Innovation Center dan melihat berbagai penerapan teknologi yang ditampilkan.

Melalui kolaborasi tersebut, Ericsson berharap pengembangan teknologi 5G dan AI dapat ikut mendorong inovasi lokal, memperkuat talenta digital, serta mempercepat transformasi industri digital Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *