Motor Listrik Bakal Tanpa DP, Pengendara Motor Bensin Bisa Tergoda Beralih?

Jakarta — Pengguna motor bensin mungkin bakal punya alasan baru untuk mempertimbangkan beralih ke kendaraan listrik. Pemerintah tengah menyiapkan skema pembelian motor listrik nasional dengan DP hingga 0 persen dan bunga cicilan yang lebih rendah.
Presiden Prabowo Subianto mengatakan kemudahan pembiayaan tersebut disiapkan agar masyarakat lebih mudah memiliki motor listrik. Pemerintah juga memperkirakan biaya penggunaan motor listrik bisa jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin.
Berdasarkan perhitungan yang disampaikan pemerintah, penggunaan motor listrik disebut dapat memberikan penghematan biaya operasional sekitar 50 persen hingga 70 persen dibandingkan motor bensin.
Artinya, jika skema tersebut terealisasi, pengguna motor bensin tidak hanya akan dihadapkan pada pilihan kendaraan dengan biaya operasional lebih rendah, tetapi juga hambatan awal pembelian yang semakin kecil karena DP dapat ditekan hingga nol.
DP 0 Persen, Bunga Juga Mau Diturunkan
Skema pembiayaan tersebut rencananya melibatkan Danantara dan perbankan milik negara.
CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan uang muka kredit motor listrik melalui perbankan saat ini masih berada di kisaran 10 persen dari harga kendaraan. Pemerintah ingin angka tersebut diturunkan, bahkan hingga 0 persen jika memungkinkan.
Bunga pembiayaan juga akan diupayakan lebih rendah agar cicilan motor listrik semakin terjangkau.
Namun, skema ini masih dalam tahap pematangan. Besaran bunga, syarat konsumen yang bisa mendapatkan DP 0 persen, hingga mekanisme pengajuan belum diumumkan secara lengkap.
Motor Bensin Bakal Ditinggalkan?
Jika harga dan cicilan motor listrik semakin kompetitif, kebijakan tersebut berpotensi membuat sebagian pengguna motor bensin mulai mempertimbangkan untuk beralih.
Apalagi pemerintah tidak hanya menyiapkan pembiayaan. Ekosistem motor listrik nasional juga akan dikembangkan melalui produksi baterai, fasilitas pengisian daya, battery swapping, distribusi hingga layanan purnajual.
Untuk 2026, pemerintah menargetkan produksi sekitar 75 ribu unit motor listrik nasional, dengan kapasitas produksi mencapai 100 ribu unit per tahun.
Permintaan bahkan diproyeksikan dapat mencapai 1,5 juta unit pada 2028.
Meski demikian, motor bensin masih memiliki sejumlah keunggulan praktis bagi sebagian pengguna, terutama jaringan SPBU yang luas serta kemudahan pengisian bahan bakar. Sementara pengguna motor listrik perlu mempertimbangkan ketersediaan pengisian daya, battery swapping, jarak tempuh, hingga nilai jual kembali.
DP 0 persen juga bukan berarti motor diberikan secara gratis. Konsumen tetap harus mempertimbangkan kemampuan membayar cicilan setiap bulan.
Jika pemerintah berhasil membuat harga, cicilan, dan biaya penggunaan motor listrik semakin murah, persaingan dengan motor bensin pun bisa semakin ketat.
Kalau motor listrik bisa dibeli tanpa DP dan biaya hariannya diklaim hingga 70 persen lebih hemat, kamu masih pilih motor bensin atau mulai beralih ke listrik?
