Gedung Sate Dicat Ulang, Anggarannya Rp8,5 Miliar

Bandung — Gedung Sate, salah satu bangunan ikonik sekaligus kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat, tengah menjalani proses pengecatan ulang. Yang menarik perhatian, anggaran untuk pekerjaan tersebut mencapai Rp8,5 miliar.
Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) yang dikutip Jabar Ekspres, anggaran pekerjaan pengecatan Gedung Sate dialokasikan oleh Biro Umum Pemprov Jawa Barat.
Selain Rp8,5 miliar untuk pekerjaan pengecatan, terdapat pula anggaran Rp464 juta untuk jasa konsultasi pengawasan serta Rp98 juta untuk jasa konsultasi perencanaan pengecatan.
Jika ketiganya dijumlahkan, nilainya mencapai sekitar Rp9,06 miliar.
Dedi Mulyadi: Gunakan Cat Berstandar Khusus
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan proses pengecatan kali ini menggunakan cat dengan standar khusus.
Menurut Dedi, Gedung Sate selama puluhan tahun tidak dicat menggunakan standar yang semestinya. Hal tersebut, menurutnya, membuat hasil pengecatan sebelumnya terlihat kurang rapi.
“Gedung Sate tidak akan blepotan lagi karena dia sudah bermake-up sesuai dengan make-up aslinya,” kata Dedi, Senin (29/6/2026).
Dedi mengatakan anggaran yang digunakan berasal dari alokasi pemeliharaan yang memang telah tersedia.
Ia menilai penggunaan anggaran tersebut dilakukan sesuai dengan peruntukannya sehingga penanganan dan pengelolaan Gedung Sate dapat dilakukan dengan tepat dan cepat.
Bukan Cuma Pengecatan
Penataan kawasan Gedung Sate tidak berhenti pada pengecatan bangunan.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga tengah melakukan penataan halaman Gedung Sate. Proyek tersebut ditargetkan selesai sebelum pelaksanaan upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Gedung Sate sendiri merupakan salah satu bangunan bersejarah dan menjadi landmark Kota Bandung. Karena status dan karakter bangunannya, proses pemeliharaan membutuhkan penanganan yang berbeda dibandingkan gedung biasa.
Namun, besarnya anggaran pengecatan tetap menjadi hal yang menarik perhatian publik, terutama karena nilai pekerjaan utamanya mencapai Rp8,5 miliar dan masih disertai anggaran konsultasi perencanaan serta pengawasan.
Menurut kamu, anggaran sekitar Rp9 miliar untuk pengecatan beserta perencanaan dan pengawasan Gedung Sate ini wajar untuk menjaga bangunan bersejarah, atau terlalu besar?
