Ada Bayi Tinggal Bersama Ibunya di Lapas Perempuan Bandung, Seminggu Sekali Diajak Jalan-jalan
Bandung — Di balik tembok Lapas Perempuan Bandung, ternyata ada anak-anak yang menjalani masa awal kehidupannya bersama sang ibu yang berstatus warga binaan.
Salah satunya adalah anak Yani, warga binaan berusia 43 tahun yang telah berada di lapas sejak Mei 2025. Yani baru mengetahui dirinya hamil empat bulan ketika sedang menjalani proses hukum.
Setelah melahirkan melalui operasi caesar di rumah sakit, anaknya kemudian ikut tinggal bersamanya. Di Lapas Perempuan Bandung tersedia kamar khusus ibu dan anak, sehingga bayi tidak harus dipisahkan dari ibunya.
terdapat tiga anak yang tinggal bersama ibu mereka di kamar khusus tersebut.
Ibu Bisa Buat MPASI Sendiri
Kebutuhan anak juga mendapat perhatian khusus. Para ibu diperbolehkan membuat sendiri Makanan Pendamping ASI (MPASI) untuk buah hati mereka.
Yani mengatakan kebutuhan gizinya juga diperhatikan sejak masa kehamilan. Sebelumnya, ketika masih berada di rutan, ia mendapatkan pemeriksaan kehamilan gratis setiap minggu dan dapat menjalani USG di fasilitas kesehatan di luar dengan pendampingan petugas. Persalinannya melalui operasi caesar juga ditanggung BPJS.
Anak Diajak Keluar Lapas Seminggu Sekali
Ada satu program yang cukup menarik. Anak-anak diberi kesempatan untuk keluar dari lapas sekitar seminggu sekali dengan didampingi petugas.
Mereka antara lain diajak mengunjungi tempat bermain agar tetap dapat mengenal kehidupan di luar tembok lapas. Sang ibu tidak ikut dalam kegiatan tersebut.
Yani bercerita anaknya bahkan sangat gembira hanya dengan melihat mobil dan kendaraan yang berlalu-lalang di jalan.
Meski berbagai fasilitas diberikan, Yani mengakui tumbuh besar di lingkungan lapas tetap memiliki keterbatasan bagi seorang anak, terlebih pada masa golden age.
Usia 3 Tahun Harus Keluar dari Lapas
Kebersamaan ibu dan anak di dalam lapas juga memiliki batas.
Menurut Yani, ketika anaknya menginjak usia tiga tahun, sang anak harus meninggalkan lapas dan tinggal di luar. Sementara masa hukuman Yani diperkirakan masih tersisa sekitar dua tahun.
Kini ia mulai mempersiapkan anaknya menghadapi perpisahan tersebut.
Di satu sisi, seorang ibu tetap harus menjalani konsekuensi hukum atas perbuatannya. Namun di sisi lain, anak yang tidak memiliki kesalahan juga membutuhkan kasih sayang, pengasuhan, dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembangnya.
Menurut kamu, apakah anak sebaiknya tetap bersama ibunya di dalam lapas sampai usia tertentu, atau sejak awal lebih baik diasuh keluarga di luar?
